Panen Ubi dalam Galon Bekas: Inovasi Pemanfaatan Lahan Sempit oleh Kader Adiwiyata SMPN 2 Trawas
Panen Ubi dalam Galon Bekas Inovasi Pemanfaatan Lahan Sempit oleh Kader Adiwiyata SMPN 2 Trawas
Pada hari Jumat, 13 Desember 2025, suasana di lingkungan SMPN 2 Trawas, para siswa yang tergabung dalam Kader Adiwiyata sekolah melaksanakan kegiatan praktis yang memadukan kepedulian lingkungan dengan kemandirian pangan, yakni proses pemanenan ubi jalar yang ditanam dengan memanfaatkan media galon bekas. Kegiatan ini bukan sekadar aktivitas bercocok tanam biasa, melainkan sebuah aksi nyata berbasis proyek lingkungan hidup yang terintegrasi untuk mengedukasi seluruh warga sekolah mengenai pentingnya pengelolaan limbah plastik dan ketahanan pangan sejak dini.
Melalui video dokumentasi berdurasi singkat tersebut, terlihat proses pemanenan dilakukan secara cermat oleh Kader Adiwiyata. Proses diawali dengan mengidentifikasi tanaman ubi yang telah memasuki masa panen, ditandai dengan pertumbuhan vegetatif yang optimal. Pemanenan dilakukan secara manual dengan menggali tanah di dalam media galon secara hati-hati agar tidak merusak struktur umbi yang terbentuk di dalam tanah. Pendekatan ini mengajarkan para siswa mengenai ketelitian dan pemahaman siklus hidup tanaman, mulai dari masa penanaman, perawatan, hingga teknik pemanenan yang benar guna menghasilkan kualitas umbi yang utuh dan bersih.
Secara akademis dan ekologis, kegiatan pemanfaatan galon bekas sebagai media tanam (pot upcycling) ini memuat nilai edukasi yang sangat tinggi. Pertama, kegiatan ini menjadi solusi konkret dalam mengurangi volume limbah plastik di lingkungan sekitar dengan mengubahnya menjadi barang guna ulang (reuse) yang produktif. Kedua, penanaman ubi dalam galon membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi hambatan untuk melakukan kegiatan pertanian domestik. Ubi jalar dipilih karena memiliki daya adaptasi yang kuat, perawatan yang relatif mudah, serta kandungan nutrisi yang kaya, sehingga sangat ideal untuk mendukung program diversifikasi pangan.
Melalui kegiatan berbasis lingkungan ini, SMPN 2 Trawas berkomitmen untuk terus menumbuhkan karakter peduli lingkungan dan jiwa kewirausahaan sosial (ecopreneurship) pada diri peserta didik. Proses pembelajaran tidak lagi terbatas di dalam ruang kelas, melainkan bersentuhan langsung dengan alam. Diharapkan, inovasi sederhana namun berdampak besar ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain serta masyarakat luas untuk mulai memanfaatkan barang bekas di sekitar mereka demi terciptanya lingkungan yang lebih hijau, bersih, dan mandiri.
